Jumat, 22 Februari 2013

jeruk bali

Jeruk Bali, Asal Usul, Khasiat dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Sepulang kuliah tadi, saya mampir di sebuah toko buah di Armada swalayan di samping kanan RSJ Magelang. Di sana tersedia berbagai macam buah, seperti apel, semangka, mangga, anggur, dan lainnya. Namun ada satu buah yang menarik perhatian saya, yaitu Jeruk Bali. Sebenarnya bukan menarik perhatian, namun lebih tepatnya ingat janji kepada rekan kerja di kantor semarang untuk membawa jeruk bali. Kemudian mampirlah saya dengan istri yang membonceng di belakang.

"Mbak, ini jeruk balinya berapa harganya ya?" tanya saya
"8000 mas perbuahnya" sahut mbak penjual buah, sembari saya memilih dan memilah jeruk bali, karena mencari yang manis, sebagai insting dari pembeli buah :)
"Jeruk bali yang manis yang bagaimana ya mbak?" tanya saya kembali. Walaupun saya masih ingat beberapa minggu kemarin saya juga membeli jeruk bali di tempat tersebut, tapi penjualnya berbeda mengatakan bahwasanya jeruk bali yang manis adalah buah dengan kulit kuning dan berat daripada yang lain.
"Kurang tahu mas"  jawab penjual.

Dan percakapan kamipun selesai dengan pembayaran yang saya lakukan kepada mbak penjual buah dengan uang Rp 16.000,-. Kemudian kamipun pulang dengan membawa 2 buah jeruk bali yang sudah dikupas kulit luarnya.

Nah, namun kali ini saya juga ingin membagi informasi, apa sih kegunaan / manfaat dari jeruk bali itu sendiri, serta sejarah kenapa buah tersebut bisa dinamakan dengan jeruk bali.

Asal Usul Jeruk Bali


Jeruk bali adalah jenis buah yang punya nama latin Citrus Maxima atau
citrus grandis. Di pasar internasional, jeruk bali biasa disebut dengan sebutan pomelo. Orang melayu menyebutnya limau besar, di Thailand diberi julukan Ma o, di Philipina diberi nama lukban atau suha, cina memberi julukan dou you atau youzi, di Bangladesh disebut jambura dan di Jepang di sebut dengan Bontan.

Asal mula jeruk bali hingga kini masih merupakan pertanyaan besar, namun yang pasti salah satu lokasi budidaya jeruk bali yang terkenal bukan Bali, melainkan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Di Pati, jeruk bali disebut dengan jeruk bali madu karena rasanya yang manis. Setiap tahun, menurut salah seorang petani jeruk di sana, konsumsi terhadap jeruk bali madu meningkat. Jeruk bali madu di sana biasanya dihargai sebesar Rp. 11.000 per kilo,  atau Rp. 6000 per buah.

Di bali, daerah yang banyak menghasilkan jeruk bali adalah Kintamani (Bangli). Di sana harga jeruk bali bisa lebih murah daripada di Pati, yaitu dipatok dengan harga Rp. 6000 saja per kilogram. Itulah kenapa petani jeruk bali di sana, berharap harga jeruk mereka bisa mengalami peningkatan.

Selain buahnya yang manis, yang juga bisa diolah dari jeruk bali adalah kulitnya yang tebal yang bisa dibikin manisan. Bunganya oleh orang-orang Vietnam biasa dijadikan bahan campuran parfum sementara kayu dari pohon jeruk bali biasa dibikin perkakas dapur.

Pohon jeruk bali termasuk jenis yang mampu beradaptasi dengan baik pada daerah kering dan relatif tahan penyakit, terutama CVPD yang pernah menghancurkan pertanaman jeruk di Indonesia. Buah ini adalah buah musiman, bisa dipanen hanya dua kali saja dalam setahun. Penanaman jeruk bali yang banyak dilakukan di Indonesia adalah dengan cara cangkok. Cara ini dianggap lebih menguntungkan dibanding dengan penanaman secara biji atau stek, karena masa tanamnya lebih pendek.

Pohon jeruk bali akan aktif berbuah pada tahun ketiga setelah penanaman. Namun untuk menghindari pohon kekurangan nutrisi, maka di awal-awal penanaman harus banyak dilakukan pemangkasan kalau dirasakan buah terlalu banyak.

Usia pohon jeruk bali cukup panjang. Setelah berusia 23 tahun, pohon jeruk bali masih bisa berbuah. Yang perlu diperhatikan dari budidaya penanaman pohon jeruk bali adalah ancaman hama berupa lalat buah dan kecabuk. Kecabuk biasanya membuat buah jeruk bali menjadi hitam. Untuk mengatasinya, diperlukan pestisida dan methyl eugenol. Sementara untuk lalat buah, yang diperlukan adalah perangkap.

Kultivar unggulan jeruk bali di Indonesia yang cukup dikenal ada empat kultivar, selain jeruk bali madu yang tadi sudah disebutkan, kultivar lainnya adalah 'nambangan', 'srinyonya' dan 'magetan'. Ketiga kultivar ini banyak di tanam di Kabupaten Magetan dan Madiun.

Kandungan Dalam Jeruk Bali





- Likopen
Kandungan likopen pada jeruk bali cukup tinggi, yaitu 350 mikrogram per 100 gram daging buah. Jika bersinergi dengan betakaroten (provitamin A) yang banyak terdapat pada jeruk bali, likopen bisa berperan sebagai antioksidan. Antioksidan ini bekerja untuk melawan radikal bebas yang terdapat dalam tubuh kita sehingga mampu mencegah jerawat, flek atau noda bahkan kanker kulit.

- Pektin
Jeruk bali mengandung pektin jauh lebih banyak dibandingkan dengan jenis jeruk lainnya setelah dijus. Satu porsi jus jeruk bali mengandung lebih dari 3,9 persen pektin. Setiap 15 gram pektin dapat menurunkan 10 persen tingkat kolesterol. Berarti jeruk bali dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

- Zat Aktif Pembersih Darah
Jeruk bali dipercaya mengandung zat aktif yang dapat membersihkan sel darah merah yang telah tua di dalam tubuh dan menormalkan tingkat hematokrit, yaitu persentase sel darah per volume darah. Tingkat hematokrit normal pada wanita adalah 37-47 persen, sedangkan laki-laki 40-54 persen. Rendahnya hematokrit akan menyebabkan anemia, tetapi jika sangat tinggi dapat memicu penyakit jantung karena darah jadi mengental.

- Kalium
Jeruk bali (gravefruit) merupakan sumber kalium, vitamin A (440 IU), bioflavonoid, dan likopen (350 ug/100g). Menurut hasil penelitian, jeruk bali termasuk antikanker yang sekaligus menyehatkan prostat.

- Vitamin C
Seperti jeruk lain, jeruk bali adalah sumber vitamin C (350 mikrogram per 100 gram daging jeruk). Vitamin C sangat baik sebagai sumber antioksidan. Perokok dianjurkan untuk mengonsumsi jeruk bali dua "siung" (helai dalam buah) setiap hari. Peningkatan kadar vitamin C di dalam darah mampu memperbaiki jaringan yang rusak, bahkan kanker, akibat tidak stabilnya molekul radikal bebas karena rokok dan polusi udara.

- Mengandung vitamin B, provitamin A, vitamin B1, B2 dan asam folat.

Khasiat dalam Jeruk Bali


- Berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara para ahli peneliti utama dari Universitas Jagiellonian, Polandia  menemukan bahwa ekstrak jeruk Bali ternyata mengandung antibakteri dan antioksidan yang dapat "menenangkan" sistem getah perut dalam membantu proses penyembuhan.

- Dr. Thomas Bizozowski, ketua tim peneliti Jeruk Bali di Universitas Jagiellonian, Polandia menyarankan pada pasien penderita tukak lambung agar mengkonsumi Jeruk Bali. "Sebaiknya para pasien yang sedang menderita tukak lambung, mengkomsumsi jeruk Bali setiap hari. Sebab kadar likopen yang terdapat di daging buah Jeruk Bali dapat menangkal bakteri di dalam lambung dan sebagai antioksidan," katanya.

- Menurut peneliti lain di Universitas Friedrich Schiller, Jerman juga kandungan senyawa kimiawi yang terdapat di dalam buah Jeruk bali tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan jantung dan lambung, tetapi juga baik untuk kesehatan gusi karena kadar vitamin C-nya tinggi. Penelitian yang melibatkan 58 responden yang mengalami gangguan kerusakan gusi cukup parah, setelah mengkonsumsi Jeruk Bali selama dua minggu, hasilnya positif. Urlich Splinghter peneliti dari Universitas Friedrich Schiller, Jerman, menyimpulkan temuannya bahwa terdapat korelasi positif pasien yang mengalami kerusakan gusi akut setelah mengkonsumsi Jeruk Bali sembuh. "Dampak positif bagi pasien perokok yang mengalami kerusakan gusi, setelah memakan Jeruk Bali berangsur-angsur pulih kembali. Perlu diketahui merokok merupakan salah satu penyebab utama kerusakan gusi," kata Urlich.

- Hasil penelitian lain menyebutkan kandungan senyawa kimiawi yang terdapat di dalam daging buah Jeruk Bali ternyata juga berguna untuk "menyapu" sel darah merah yang telah tua di dalam tubuh dan menormalkan hematokrit.

- Mampu mengontrol diabetes agar tidak semakin parah. Diabetes melitus tipe 2 atau sering juga disebut dengan Non Insuline Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) merupakan penyakit diabetes yang disebabkan oleh karena terjadinya resistensi tubuh terhadap efek insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas. Keadaan ini akan menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi naik tidak terkendali. Kegemukan dan riwayat keluarga menderita kencing manis diduga merupakan faktor resiko terjadinya penyakit ini. Diabetes muncul saat tubuh tidak mampu memproduksi hormon insulin yang cukup untuk mengatur tingkat gula darah dengan tepat. Naringenin membantu meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin. Juga, membantu mempertahankan berat badan ideal, yang merupakan bagian penting dalam pengobatan diabetes. Setelah makan, darah mengalir dengan gula, menyebabkan hati menciptakan asam lemak, atau lipid, untuk penyimpanan jangka panjang. Naiknya berat badan pada penderita diabetes menimbulkan risiko gangguan kesehatan dan kurangnya efektivitas insulin. Para peneliti menemukan bahwa naringenin membuat hati membakar lemak daripada menyimpannya. Mereka mengatakan naringenin memiliki efek dari fenofibrate dan rosiglitazone, dua obat-obatan penurun lipid yang digunakan untuk mengendalikan diabetes tipe 2.

- Jeruk Bali mengandung banyak spedermine, zat yang juga banyak terkandung dalam sperma manusia. Zat ini sangat membantu tumbuhnya sel-sel baru dan pendewasaan sel. Pada manusia, spedermine terbukti memperlambat penuaan sel imun dengan mendorong autophagy, proses yang membantu sel untuk regenerasi.

- Selain itu, warna pink pada buah jeruk bali mengindikasikan adanya lycopene, salah satu antioksidan yang membantu melawan penuaan sel akibat radikal bebas. Zat ini juga membantu menurunkan risiko kanker prostat, kanker usus besar, dan kanker paru-paru.

- Kandungan seratnya yang mudah larut membuat jeruk bali juga bersahabat dengan pencernaan. Bahkan, efektif meluruhkan kolesterol, dan mencegah kolesterol masuk ke sistem peredaran darah. Ini tentu menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit pada sistem kardiovaskular.

Memaksimalkan Manfaat Jeruk Bali



Untuk memaksimalkan asupan nutrisi Jeruk bali, Anda dapat memakan kulitnya. Caranya, parut kulit jeruk bali dan masukan bersama saus salad buah. Kulit jeruk bali kaya akan vitamin C. Namun pastikan sebelum diparut, jeruk Bali sudah dicuci bersih.

Pantangan

Tapi ingat, ada sejumlah pantangan saat mengonsumsi buah ini. Jangan pernah memakannya bersamaan dengan obat. Salah satu zat yang berada dalam jeruk bali akan mengikat enzim alami yang ada di dalam usus sehingga mengurangi penyerapan beberapa jenis obat pada tubuh seperti obat antidepresi, dan obat penghambat kalsium.


Mainan dari Jeruk Bali

1. Belilah sebuah Jeruk Bali, lihat dan perhatikan penampang Jeruk Bali tersebut sebelum mengupasnya.

2. Buatlah tanda dengan ujung pisau sebagai arah irisan, buat dari atas hingga bawah dan jadikan 1/4 bagian dari buah tersebut.

3. Mulailah dengan mengiris secara perlahan (gunakan ujung pisau) atur sehingga ujung pisau hanya mengiris bagian kulitnya saja dan tidak mengiris hingga bagian dalam.

4. Bukalah irisan tersebut sehingga didapat 1/4 bagian kulit buah tersebut.

5. Selanjutnya belahlah 1/4 bagian tersebut dengan arah memanjang menjadi 2 bagian yang sama luasnya.

6. Salah satu bagian (kita sebut badan), potong salah satu ujungnya sehingga terlihat tumpul dan berilah lubang seperti terlihat pada gambar.

7. Lalu kemudian buatlah potongan bagian yang lainnya untuk membuat rodanya menjadi 2 buah, lalu berilah lubang namun jangan sampai tembus ke permukaan dibaliknya.

8. Pada bagian badan berilah lubang pada sisi ketebalannya hingga menembus sisi lainnya (seperti terlihat pada gambar), lalu berilah potongan sedotan plastik sepanjang kedalaman lubang tersebut.

9. Sekarang kita sudah memiliki bagian badan dan 2 buah roda, buatlah poros dengan menggunakan tusuk sate yang terbuat dari bambu (usahakan penampangnya sebulat mungkin) lalu potong sepanjang kedalaman poros ditambah 2 kali ketebalan kulit jeruk tersebut.

10. Saatnya mulai perakitan, rakitlah terlebih dahulu poros bambu masukkan kedalam lubang yang terdapat dibagian badan, baru tancapkan roda pada ujung poros kiri dan kanan bambu tersebut.

11. Berilah jarak antara roda dengan badan agar roda dapat berputar bebas.

12. Akhirnya kita sampai pada bagian akhir dari pembuatan mainan yang ramah lingkungan, ikatkanlah benang pada bagian badan pada ujung tumpulnya yang telah diberi lubang sebelumnya (agar lubang tidak cepat aus tergesek benang, berilah sedotan plastik pada lubang tersebut sehingga benang tidak langsung kontak dengan bagian badan tersebut).

13. Mobil-mobilan mini ini siap untuk diberikan kepada buah hati anda.

Hadirkan anak anda selama proses pembuatan mainan ini, karena yang terpenting dari mainan ini adalah proses pembuatannya sebagai bahan dasar pelajaran praktikum bagi sang anak.
Jika anak anda banyak bertanya, berilah jawaban yang mudah dan masuk akal bagi sang anak.
Hindari pisau dari sang anak, sebaiknya gunakan cutter sehingga apabila tidak dipergunakan bisa langsung diamankan kedlam saku anda dan tidak dijamah oleh sang anak.



Sumber : 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar